0
Dikirim pada 11 Desember 2018 di Sosial

Presiden Joko Widodo terlalu sering diserang fitnah, apalagi menuju pemilihan presiden 2019, serangan fitnah diarahkan padanya semakin kencang. Fitnah lama yang diulang-ulang.

Jokowi calon presiden nomor urut 01 ini mengajak relawan menepis isu fitnah terhadap dirinya. Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu relawan Bravo-5 di Ancol, Jakarta, Senin malam (10/12).

Pengkinian informasi, tentang kegiatan presiden, dapat juga dilihat melalui tautan berita Jokowi disajikan oleh situs berita online nasional yang dikelola dari Jakarta. Termasuk perkembangan politik nasional terkini oleh Tagar News.

Berikut ini fitnah yang diulang-ulang untuk menyerang Jokowi:

1. Jokowi Difitnah PKI

"Jawabnya sebetulnya mudah, PKI itu dibubarkan tahun 1965-1966. Saya lahir 1961, umur saya baru 4 tahun, ada PKI balita? Ada balita PKI? Tidak ada!" Jokowi mencontohkan bagaimana meng-counter fitnah tersebut.

2. Orangtua Jokowi Juga Difitnah PKI

Menurut Jokowi, selain dirinya, orangtuanya juga kerap menjadi bahan fitnah terkait PKI. Jokowi menegaskan pada saat ini keterbukaan informasi begitu bebas. Jokowi mempersilakan masyarakat untuk memeriksa langsung kepada ormas-ormas Islam yang ada di Kota Solo mengenai asal-usul orangtuanya dalam hal keterkaitan terhadap PKI.

3. Fitnah Membela Asing

Isu Jokowi membela pihak asing dan condong kepada Tiongkok juga dijelaskan sering menerpanya. Isu tenaga kerja asing yang banyak masuk ke Indonesia juga pernah berembus.

Jokowi menjelaskan data jumlah tenaga kerja asing yang ada di Indonesia sekitar 80 ribu jiwa. Sementara, jumlah tenaga kerja Tiongkok yang ada di Indonesia sekitar 24 ribu. Namun, jumlah tenaga kerja Indonesia yang ada di Hong Kong 160 ribu jiwa, dan TKI yang ada di Taiwan yakni 200 ribu orang, serta di Tiongkok ada 80 ribu orang.

"Bandingkan dengan negara-negara lain. Uni Emirat Arab 80 persen itu tenaga kerja asingnya, Arab Saudi 33 persen tenaga kerja asingnya, ini mungkin separuhnya dari Indonesia karena ada 600an ribu TKI kita di Saudi yang legal," tegas Presiden menambahkan tenaga kerja asing di Indonesia tercatat sebanyak 0,03 persen dari total penduduk.

4. Fitnah Kriminalisasi Ulama

Kemudian, Jokowi menambahkan, isu fitnah yang sering diembuskan adalah pemerintah mengkriminalisasi ulama.

Menurut mantan walikota Solo itu, masyarakat berstatus sama di hadapan hukum.

"Seperti ini misalnya, ada ulama yang terkena masalah hukum, harus berhadapan dengan hukum. Gubernur terkena masalah hukum, harus berhadapan dengan hukum. Menteri yang terkena masalah dengan hukum, harus berhadapan dengan hukum," ujar mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Ia juga mengatakan pemilihan ulama KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pilihan yang tepat.

Jokowi pun menjelaskan program pemerintah setelah membangun infrastruktur, maka pada tahap selanjutnya akan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai kekuatan sosial politik dengan populasi penduduk lehih dari 140 juta jiwa.

Dalam acara tersebut, Jokowi didampingi oleh mantan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, dan Ketua Bravo-5, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.

Jokowi dan Ma'ruf Amin merupakan capres-cawapres Nomor Urut 01 dalam Pemilihan Presiden 2019. Rival politiknya pada pilpres kali ini adalah Capres-Cawapres Nomor Urut 02 yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (AF)



Dikirim pada 11 Desember 2018 di Sosial
comments powered by Disqus


connect with ABATASA